Tokoh-Tokoh Ilmu Geografi

Banyak keberagaman pengertian mengenai geografi yang dikemukakan para ahli berdasarkan pada latar belakang pengetahuan pembuat definisi tersebut. Namun secara garis besar dapat disimpulkan bahwa pengertian ilmu geografi adalah ilmu pengetahuan dengan objek utamanya adalah bumi beserta segala isinya.

Tokoh-Tokoh Ilmu Geografi

Sejak kelahirannya sebagai suatu disiplin ilmu, banyak tokoh yang memberikan batasan mengenai kajian geografi. Para tokoh yang terkenal dalam Ilmu geografi tersebut di antaranya lain:

1. Eratosthenes

Eratosthenes (276 SM-194 SM) adalah seorang matematikawan dan astronom zaman Helenistik. Ia tercatat sebagai orang yang pertama kali memperkenalkan istilah geografi. Berasal dari kata Geographika artinya Writing about Earth or Description of The Earth.

Erathosthenes membuktikan bahwa bumi itu berbentuk bola dengan pemikiran sistem koordinat geografi, dan yang pertama diketahui menghitung keliling Bumi.

2. Crates of Mallus

Crates (abad ke 2 sm) adalah seorang ahli bahasa Yunani dan filsuf Stoic yang mengembangkan hasil pengukuran Erathosthenes menjadi sebuah globe (bola dunia) sederhana. Crates merancang sebuah bola dunia yang mewakili Bumi dan merupakan bola dunia paling awal yang mewakili Bumi.

Crates membuat tiga benua tambahan sebagai penyeimbang globe yang dibuatnya yaitu Oecumene (Eropa, Afrika Utara, dan Asia), dengan diberi label Perioeci, Antipodes, dan Antioeci. Pandangan Crates melahirkan konsep Antipoda atau benua selatan yang besar dan dikenal dengan nama Terra Australis.

3. Claudius Ptoleumaeus

Claudius Ptolemaeus (100 M-) adalah seorang ahli geografi, astronom, dan astrolog yang hidup pada zaman Helenistik di provinsi Romawi, Aegyptus. Claudius Ptoleumaeus dianggap sebagai peletak dasar geografi yang pertama.

Dalam bukunya yang berjudul Geographike Unphegesis, Ptolemaeus memberikan batasan geografi. Geografi adalah suatu penyajian dengan menggunakan peta yang menunjukkan kenampakan umum di muka bumi.

4. Bernhardus Varenius 

Bernhardus Varenius (1622-1650) adalah seorang ahli geografi Jerman yang mengemukakan pendapat bahwa dalam geografi terdapat dualisme. Pada satu pihak geografi mempelajari proses dan fenomena yang bersifat alamiah. Selain itu di lain pihak kajian dari disiplin ilmu geografi mempelajari fenomena sosial dan budaya yang terjadi dan berkembang dalam masyarakat.

Atas dasar inilah Varenius membagi geografi menjadi dua bagian, yaitu

1. Geografi Generalis, yang mencakup tiga bagian sebagai berikut.

  1. Teresterial, yaitu pengetahuan bumi sebagai keseluruhan bentuk dan ukurannya.
  2. Falakiah, yaitu membicarakan relasi bumi dengan planet dan bintang-bintang di jagat raya.
  3. Komparatif, yaitu menyajikan deskripsi mengenai bumi secara keseluruhan.

2. Geografi Sosialis, dibagi menjadi tiga bagian, yaitu

  1. Aspek langit, yaitu secara khusus membicarakan keadaan iklim.
  2. Aspek permukaan bumi, yaitu menyajikan relief, flora dan fauna di berbagai negara.
  3. Aspek manusia, yaitu membicarakan berbagai penduduk, perdagangan, dan pemerintahan di berbagai negara.

5. Immanuel Kant 

Immanuel Kant (1724-1804), seorang filsuf berkebangsaan Jerman, berperan besar dalam mengembangkan ilmu geografi dan dianggap sebagai peletak dasar geografi modern dan pengembang paham fisis determinis.

Kant menganggap geografi sebagai suatu disiplin ilmiah. Menurut Kant, ilmu pengetahuan dapat dipandang dari tiga sudut yang berbeda, yaitu.

  • Ilmu pengetahuan yang menggolong-golongkan fakta berdasarkan jenis objek yang mempelajarinya disebut ilmu pengetahuan sistematik. Misalnya, Botani, Geologi, dan Sosiologi.
  • Ilmu pengetahuan yang memandang gabungan antar fakta sepanjang masa. Ilmu pengetahuan yang mempelajarinya adalah Sejarah.
  • Ilmu pengetahuan yang memandang fakta-fakta yang berkenaan dengan ruang. Ilmu pengetahuan yang mempelajarinya adalah Geografi.

6. Alexander von Humboldt 

Alexander von Humboldt (1769-1859) adalah seorang naturalis dan penjelajah berkebangsaan Jerman, memberikan batas-batas di antara ilmu pengetahuan dan membaginya ke dalam tiga golongan, yaitu:

  1. Physiography, ilmu yang sistematik.
  2. Naturchicte, penekanannya terhadap semua hal yang berhubungan dengan waktu.
  3. Geognesie oder weltbeschreibung, uraian tentang bumi atau dunia yang membahas mengenai persebaran pola keruangan.

Berdasarkan tulisannya mengenai kajian geografi, Humbolt dikenal sebagai peletak dasar geografi fisika modern.

7. Karl Ritter

Karl Ritter (1779–1859) berpendapat bahwa alam menjadi faktor utama. Faktor alam menentukan gejala kemanusiaan (fisis determinis). Ritter dikenal sebagai peletak dasar geografi sosial dan peletak dasar geografi modern.

Ritter memiliki reputasi internasional pada bidang geografi. Seorang tokoh yang berjasa dalam meletakkan dasar pengetahuan empiris geografi. Pandangan, paham, dan idenya telah berkembang sebelum perkembangan Teori Evolusi dari Darwin.

Pada awalnya banyak ahli geografi yang menganut paham fisis determinis. Semenjak abad XIX banyak ahli geografi yang berupaya meninggalkan faham fisis determinis. Terutama paham yang dikembangkan Paul Vidal de la Blace yang dikenal pelopor aliran Prancis, yaitu possibilisme.

Menurut aliran possibilisme alam hanya menawarkan beberapa kemungkinan terhadap manusia dan manusia sendiri yang memilih kemungkinan-kemungkinan tersebut. Manusia memiliki akal dan pikiran untuk memperbaiki kehidupannya melalui kemungkinan yang ditawarkan alam.

Sumber gambar dan pengertian geografi: Ruang Lingkup Ilmu Geografi

 

Tokoh-Tokoh Ilmu Geografi

Loading...

About the Author: Admin Padamu

Mengingat pentingnya pendidikan bagi semua orang, maka Admin Blog Padamu Negeri ingin berbagi pengetahuan dan informasi seputar pendidikan walaupun dengan keterbatasan yang ada.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *