Mengapa Julukan Negara Jerman ‘Negeri Penyair dan Pemikir’?

Julukan Negara Jerman – Bukan hanya negeri Hitler, Jerman juga terkenal sebagai negeri penyair dan pemikir (The Land of Poets and Thinkers). Mungkin salah satu julukan ini sering terlewatkan dan ini merupakan ungkapan yang mereka buat sendiri. Tentu saja julukan ini memang layak disandang oleh negara Jerman.

The Land of Poets and Thinkers

Banyak sekali ikon budaya yang berasal dari filosofis populer ditambah dengan banyaknya penemuan ilmiah yang berguna. Penemuan-penemuan tersebut hingga kini masih digunakan oleh banyak masyarakat. Mengingat sejarahnya yang panjang, dengan budaya kuat membuat Jerman tepat menjadi negara untuk belajar.

Sastra Jerman telah ada mulai abad pertengahan dan penulis yang sangat terkenal saat itu adalah Walther von der Vogelweide dan Wolfram von Eschenbach. Koleksi dongeng juga banyak berasal dari Jerman yang diterbitkan oleh Jacob dan Wilhelm Grimm pada abad ke-19.

Mengapa Julukan Negara Jerman ‘Negeri Penyair dan Pemikir’?

Banyaknya penyair atau penulis yang membantu masyarakat Jerman untuk menjadi negara maju hingga sekarang tidak terhingga. Berikut ini beberapa nama-nama penulis hebat sepanjang masa yang berasal dari negara Jerman.

1. Johann Wolfgang von Goethe

Ia lahir di tahun 1749 dan karyanya dianggap sebagai bahan gerakan Sturm und Drang. Bukunya yang berjudul The Sorrow of Young Werther telah menjadi teratas dalam buku terlaris pada zamannya.

2. Johann Christoph Friedrich von Schiller

Sering dipanggil dengan Fritz yang merupakan teman Goethe dan mendirikan Teater Weimar bersama. Karya-karyanya yang terkenal adalah Don Carlos, The Wallenstein Trilogy yang mengulas tentang perang tiga puluh tahun, dan The Robbers.

3. Thomas Mann

Seorang yang menentang Reich ketiga hingga diasingkan karena memperjuangkan semuanya. Dia meraih hadiah Nobel dari Jerman selama Nazi memimpin. Karyanya diterjemahkan pertama kali pada tahun 1924 ke dalam bahasa Inggris. Buku-buku seperti Death in Venice, The Magic Mountain dan lain sebagainya.

3. Bertolt Brecht

Ia adalah seorang penyair, sutradara dan penulis naskah. Sentimen dengan anti fasisnya dapat ditemukan dalam karya Life of Galileo, The Good person of Szechwan, The Fear and Misery of the Third Reich.

4. Gerhart Hauptmann

Peraih hadiah Nobel lainnya yang telah menulis 37 drama serat koleksi novel pendek lainnya. Setelah Perang Dunia II tidak banyak kesuksesan yang diraih seperti sebelumnya.

5. Christian Matthias Theodor Mommsen

Ia adalah seorang arkeolog dan bukan penulis produktif. Namun karya sastranya di tahun 1902 akhirnya mendapatkan hadiah Nobel yang menceritakan tentang sejarah Romawi. Hingga saat ini karyanya masih sering digunakan karena sangat relevan.

Filsuf Jerman

Filsuf Jerman telah membantu membentuk filsafat sejak abad pertengahan yang dimulai oleh Albertus Magnus. Dilanjutkan oleh Leibniz pada abad ke 17 dan Kant yang juga menjadi peran penting dalam sejarah filsafat.

Kantiasinime telah menginspirasi karya Schopenhauer dan Nietzsche sarat idealisme Jerman yang dipertahankan oleh Fichte dan Hegel. Pada abad ke 19 Marx dan Engels telah mengembangkan teori komunis sementara Heidegger dan Gadamer masih mengajar tradisi filsafat Jerman di abad 20.

University Berlin didirikan pada tahun 1810 dan waktu itu ahli bahasa dan filsuf Wilhelm von Humboldt menjadi model yang berpengaruh bagi sejumlah university barat modern. Di abad ke 21 Jerman menjadi negara yang sangat penting untuk pengembangan filsafat analitik kontemporer di benua Eropa, Perancis, Austria, Swiss dan Skandinavia.

Para filsuf yang terkenal banyak yang mempertanyakan tentang ilmu-ilmu alam modern dan kemerosotan agama. Semuanya terkait dengan hubungan antara pengetahuan dan iman, akal dan emosi, serta cara cara ilmiah, etis dan artistik dalam memandang dunia.

 

Jerman Negeri Penyair dan Pemikir (The Land of Poets and Thinkers)

Loading...

About the Author: Admin Padamu

Mengingat pentingnya pendidikan bagi semua orang, maka Admin Blog Padamu Negeri ingin berbagi pengetahuan dan informasi seputar pendidikan walaupun dengan keterbatasan yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *