INFO PENTING

Di rumah aja ya. Jaga kesehatan, istirahat yang cukup, makan makanan bergizi dan jangan lupa cuci tangan.

Cek informasi resmi terbaru COVID-19 di situs berikut ini (INDONESIA - WHO.)

Lindungi diri. Lindungi sesama.


Penggunaan Ozon Sebagai Disinfeksi Air Mineral Kemasan

Pengertian disinfeksi adalah memusnahkan mikro-organisme yang dapat menimbulkan penyakit. Disinfeksi merupakan benteng manusia terhadap paparan mikro-organisme patogen penyebab penyakit, termasuk di dalamnya virus, bakteri dan protozoa parasit.

air mineral dalam kemasan

Sedangkan Ozon merupakan senyawa yang mampu membunuh bakteri dan mempunyai daya oksidasi yang kuat. Oksidator ini sering digunakan untuk disinfeksi utama untuk membunuh atau menginaktivasi mikroorganisme patogen dan mengoksidasi zat besi dan mangan, senyawa penyebab rasa dan bau, warna, zat organik, deterjen, fenol serta bahan organik lainnya.

Disinfeksi menggunakan senyawa Ozon pada air mineral kemasan mempunyai beberapa keuntungan dibandingkan dengan chlorin atau kaporit yang dapat menimbulkan bau yang tajam dan dapat menimbulkan dampak sampingan dengan senyawa trihalometan (THMs) yang bersifat karsinogenik.

Senyawa ozon dapat menghilangkan bau serta ozon juga dapat membuat air menjadi lebih segar. Ini dikarenakan ozon dapat mengubah senyawa yang kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana. Selain itu, sebagai disinfektan, ozon dapat dengan cepat membunuh virus, bakteri dan jamur serta mikroorganisme lainnya.

Proses Pengolahan Air Mineral Kemasan

Secara sederhana, proses pengolahan air mineral dalam kemasan yang pertama adalah pengumpulan sumber mata air terpilih yang ditampung di dalam kolam oksidasi sehingga dapat dilakukan proses oksidasi yang bertujuan untuk menguraikan logam-logam berat yang dapat terkandung dalam air, seperti mangan (Mn), besi (Fe), merkuri (Hn), nikel (Ni), dan lainnya. Proses oksidasi ini menggunakan ozon karena ozon merupakan salah satu oksidator yang sangat kuat

Loading...

Setelah dilakukan proses oksidasi, air akan dialirkan melalui pipa ke dalam tangki penampungan lain untuk dilakukan proses Pre-treatment. Proses Pre-treatment dibagi menjadi 2, yaitu proses filtrasi dan reverse osmosis.

  • Proses filtrasi menggunakan pasir aktif, karbon, dan ion exchange untuk menurunkan kesadahan air. Kesadahan air adalah kandungan mineral-mineral yang terdapat dalam air seperti kalsium (Ca), magnesium (Mn).
  • Selanjutnya dilakukan proses reverse osmosis, untuk proses oksidasi terakhir kembali digunakan ozon sehingga dipastikan air bebas dari logam-logam berat yang berbahaya.

Selanjutnya air dari hasil pengolahan tersebut akan diambil sample untuk diuji di laboratorium untuk pemeriksaan bakteriologi setiap 3 bulan. Jika hasil pengujian tersebut sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah, maka air mineral siap dikemas berupa galon, botol, dan lain-lain.

Sebagai contoh proses pengolahan air mineral Le Minerale Mayora sudah menggunakan disinfektan dengan menggunakan ozon. Hasil laboratorium uji air tidak didapatkan adanya bakteri coliform ataupun bakteri Pseudomonas aeruginosa. Begitu juga dengan zat organik dan tembaga-tembaga yang terkandung dalam air sudah teroksidasi dengan menggunakan ozon sehingga aman untuk dikonsumsi.

 

Penggunaan Ozon Sebagai Disinfeksi Air Mineral Kemasan

Loading...

About the Author: Admin Padamu

Mengingat pentingnya pendidikan bagi semua orang, maka Admin Blog Padamu Negeri ingin berbagi pengetahuan dan informasi seputar pendidikan walaupun dengan keterbatasan yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *